Selasa, 08 Oktober 2013

Teknik Penulisan Laporan Hasil Penelitian




TEKNIK PENULISAN LAPORAN HASIL PENELITIAN
MAKALAH
Mata Kuliah: Karya Tulis Ilmiah
Dosen Pengampu: M. Rikza Chamami, MSI


Description: logoiainwalisongo.jpg









Disusun Oleh:
Wirda Nurfitriana       (123311040)
Lutfiana Irmayani       (123311042)
Moh. Oktariyanto       (123311043)



FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2013





I.              PENDAHULUAN
Pada mulanya penelitian merupakan penyaluran hasrat keingintahuan terhadap sesuatu. Sesuatu itu adalah gejala-gejala alam, atau gejala-gejala perilaku manusia, atau gejala-gejala pemikiran dan kerohanian. Gejala-gejala itu, secara keseluruhan adalah kehidupan ciptaan tuhan. Selanjutnya penelitian itu menjadi kegiatan ilmiah, yang memiliki cakupan tersendiri dan berhubungan dengan kegiatan lainnya.
Penelitian memiliki berbagai perlengkapan, yang secara garis besar terdiri atas unsur-unsur informasi dan unsur-unsur metodologi. Penelitian dilengkapi dengan unsur-unsur informasi tentang sesuatu itu yang beraneka ragam dan hirarkial, dari yang kongrit sampai yang abstrak; mulai dari gejala dan fakta sampai konsep, hipotesis, dan teori; bahkan, hukum teori dan dalil. Ia juga dilengkapi dengan berbagai metode pada tiap tahapan kegiatan, sehingga menjai cara kerja ilmiah yang memilik tarap ketepatan dan kecermatan yang tinggi. Akhirnya, ia menjadi pranata sosial dalam memenuhi salah satu kebutuhan manusia dalam pergaulan hidup mereka. Ia menjadi tulang punggung dalam pengembangan pengetahuan ilmiah dan dapat menyumbangkan jasa bagi kehidupan manusia.

II.           RUMUSAN MASALAH
A.    Apakah Pengertian Laporan Hasil Penelitian?
B.     Apa Tujuan Laporan Hasil Penelitian?
C.     Bagaimana Ruang Lingkup Laporan Hasil Penelitian?
D.    Apa saja Langkah Penyusunan dalam Laporan Hasil Penelitian?
E.     Berikan Contoh Laporan Hasil Penelitian?

III.        PEMBAHASAN
A.    Pengertian Laporan Hasil Penelitian
Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu.[1]
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.[2]
Laporan penelitian adalah uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses kegiatan penelitian. Dengan demikian isi laporan penelitian bukan hanya tentang langkah-langkah yang telah dilalui oleh peneliti saja tetapi juga latar belakang permasalahan, kerangka berfikir, dukungan teori, dan yang lain sebagainya yang bersifat memperkuat makna penelitian yang dilakukan.[3]
Terdapat empat kata kunci yang diperlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.[4] Hasil penelitian adalah bagian yang pokok dalam suatu laporan penelitian.[5]
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian laporan hasil penelitian ialah suatu karangan yang menguraikan secara lengkap tentang proses dan hasil yang diperoleh dari penelitian.
B.     Tujuan Laporan Hasil Penelitian
Setiap penelitian mempunyai tujuan dan kegunaan tertentu. Secara umum tujuan penelitian ada tiga macam yaitu yang bersifat:
1.      Penemuan, berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui
2.      Pembuktian, berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu
3.      Pengembangan, berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya. Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah. Memahami berarti menjelaskan suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu, memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah, dan mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.[6]
Ada beberapa tujuan lain yang telah dikemukakan, bahwa secara garis besar tujuan penelitian dapat dibedakan menjadi tiga menurut pihak yang memanfaatkan hasilnya. Ketiga pihak dimaksud adalah:
1.      Para Ilmuan, karena dengan penemuan melalui penelitian maka khasanah ilmu pengetahuan akan bertambah luas. Penambahan ilmu berarti bertambah pula tempat berpijak bagi mereka dalam mengembangkan pengetahuan lebih lanjut.
2.      Pemerintah, atau pengambilan kebijaksanaan yang lain. Informasi yang diperoleh dari penelitian akan bermanfaat bagi penentuan kebijaksanaan sehingga daya dukung kebijaksaan tersebut cukup kuat karena berupa data actual berupa laporan hasil penelitian.
3.      Masyarakat luas baik secara perseorangan maupun kelompok. Adanya informasi dari penelitian inilah maka kehidupan manusia menjadi lebih sempurna dan dipermudah. Ingat penemuan listrik, telepon, plastic, dan sebagainya yang jelas-jelas mempermudah kehidupan manusia.[7]
C.    Ruang Lingkup Laporan Hasil Penelitian
1.      Pembuka (Prefatory Pages)
Bagian pembuka laporan hasil penelitian sebagai berikut:
a.       Halaman Judul (Title Page)
Halaman ini selain memuat judul, dilengkapi juga dengan nama peneliti arau nama-nama tim peneliti. Biasanya dibuat dua halaman, terdiri dari satu halaman tebal (kulit luar laporan) dan halaman tipis (kulit dalam laporan). Sering juga di bagian bawah halaman dicantumkan lembaga (institusi) atau penerbitan yang mencetakannya (kalau dicetak).[8]
b.      Halaman pengesahan (Authorization)
c.       Halaman keterangan dari si Peneliti (Certification of Statement)
d.      Kata Pengantar (Acknowledgement)
Halaman ini dapat berisi sedikit uraian tentang isi laporan ( kalau dipandang perlu). Isinya yang selalu diketengahkan adalah ucapan terima kasih pada berbagai pihak, baik yang membantu maupun pihak yang berhubungan dengan tempat penelitian. Disamping itu dipergunakan juga untuk berbasa-basi mengenai kelemahan dan kekurangan yang mungkin terdapat di dalam laporan. Bersamaan dengan itu disampaikan juga harapan memperoleh masukan, berupakritik dan sran-saran dari pembaca. Dibagian akhir dicantumkan nama kota, tanggal, bulan, dan tahun serta nama peneliti/tim peneliti, sebagai penutup kata pengantar. Pada bagian bawah halaman kata pangantar dicantumkan nomor halaman, dengan mempergunakan angka Romawi kecil ( ii, iii, iv dan seterusnya). Nomor halaman sudah dihitung sejak halam kulit laporan, meskipun tidak dicantumkan. Permulaan menuliskan nomor tersebut adalah di halaman bawah kata pengantar, meskipun tidak dimulai dengan angka satu Romawi (kecil).[9]
e.       Daftar Isi (Table of Content)
Daftar  isi dibuat paling akhir setelah selesai mengetik seluruh halaman laporan, karena isinya bermaksud memberikan petunjuk Bab atau suatu Sub bab, atau pada halaman berupa suatu topik dibahas. Namun penempatannya di bagian depan laporan setelah Kata Pengantar. Oleh karena itu halamannya melanjutkan angka Romawi (kecil). Pembuatannya tidak berbeda dengan pembuatan daftar isi sebuah buku, sehingga mudah ditemukan contohnya.
Di bagian bawah setelah mengetik bab terakhir, biasanya diketik juga petunjuk untuk bagian akhir laporan antara lain berupa petunjuk daftar lampiran, jika cukup banyak dapat dibuat tersendiri, dan jika sedikit dapat langsung diketik secara urut dibagian bawah atau setelah kalimat lampiran-lampiran.[10]
f.          Daftar Tabel (List of Tables), Daftar Gambar (List of Figures)
Daftar-daftar ini hanya dibuat kalau didalam isi laporan hasil penelitian memang ada tabel, grafik, atau gambar. Pada daftar isi sebagai penunjuk halaman, penempatannya dilakukan secara berurutan setelah penunjuk halaman daftar isi. Sedang daftarnya dibuat secara terpisah atau satu-persatu dengan ditempatkan setelah halaman daftar isi. Penomoran halaman masih melanjutkan nomor halaman daftar  isi, dengan mempergunakan angka Romawi (kecil).
Pembuatan tabel, grafik, dan penempatan gambar serta cara memberikan urutan nomornya berikut judulnya masing-masing, perlu dipelajari dari buku-buku yang khusus untuk itu, baik buku statistik maupun buku metode penelitian.[11]
2.      Bagian Isi (Body of Report)
a.       Pendahuluan (Introduction)
b.      Tinjauan Pustaka atau Kerangka Teoritik-Hipotesis (Literature Review/Theoritical Framework-Hypotheses)
c.       Metodologi (Methodology) yang mencakup : Metode Penelitian (Research Method), Sampel dan Pengumpulan Data (Sample & Data Collection). Pengembangan Instrument Penelitian (Development of Research Instrument), Uji Reliabilitas dan Validitas (Relebility & Validity Test). Operasionalisasi Variabel atau Devinisi Operasional (Operationalization of Variabel)
d.      Metode Analisis Data (Data Analysis)
e.       Hasil dan Pembahasan (Results/Findings & Discussions)
f.           Kesimpulan (Conclusions)
g.      Implikasi Manajerial (Managerial Implication) dan Implikasi Teoritik (Theoritical Implications)
h.      Keterbatasan Penelitian (Limitations)
3.      Bagian Lampiran (Appendices Section)
a.       Kuesioner (Questionnaire)
b.      Hasil Perhitungan Statistik (Jika perlu saja atau Hanya bagian-bagian tertentu yang dianggap penting)
c.       Daftar Pustaka (Bibliography)
d.      Daftar Referensi (References)[12]
D.    Langkah Penyusunan dalam Laporan Hasil Penelitian
Untuk menunjang efektifitas dan efisiensi penyusunan suatu laporan penelitian atau karya ilmiah memerlukan persiapa dan menempuh langkah-langkah tertentu. Secara garis besar langkah-langkah dalam menyusun laporan penelitian adalah sebagai berikut:
1.      Membuat Draft Laporan
Dalam penulisan suatu karya ilmiah biasanya dicantumkan berbagai ide atau pendapat teoritis yang diambil dari berbagai literature. Untuk kepentingan ini biasanya penulis mengadakan berbagai studi literature dari berbagai bahan kepustakaan, membaca bagian-bagian penting dari suatu buku yang berhubungan dengan penelitian dan mencatat intisari serta mengutip bagian-bagian tertentu.
Pada bagian suatu laporan, biasanya bahan informative-teoritis serta analisis penulis tentang bahan-bahan tersebut, dibuat sebelum dilakukannya penelitian ataupun sesudah pengolahan data. Dalam melakukan kegiatan pengumpulan dan pemrosesan data, agar efisien dapat mengklasifikasikan cacatan sesuai dengan outline, serta menulis berbagai penjelasan, ide dan penafsiran yang akan dibuat dalam laporan. Hal ini dapat membantu dalam menyusun laporan penelitian. Setelah seluruh kegiatan penelitian selesai, draft laporan segera dapat disusun.[13]
2.      Merevisi Draft Laporan
Sebelum silakukan pengetikan terhadap naskah laporan atau karya ilmiah, peneliti harus membaca kembali manuscript atau naskah secara kritis, dan mengadakan perbaikan seperlunya. Perbaikan suatu naskah biasanya dilakukan hanya pada bagian tertentu saja yang dianggap perlu. Hal itu tidak memakan waktu yang cukup banyak bila pembuatan naskah dilakukan pada kertas lepas-lepas, sehingga pada bagian yang harus diperbaiki itu dengan mudah dapat segera dilakukan perbaikannya.
Ada baiknya dalam merevisi suatu naskah, penulis tidak hanya membacanya sendiri, tetapi bila memungkinkan dibacakan oleh kolega atau teman sejawat secara kritis, sehingga kritiknya lebih obyektif. Bila hal itu tidak memungkinkan, bacalah sendiri naskah itu sendiri seolah-olah naskah yang dibacanya adalah hasil karya orang lain. Setelah itu barulah diadakan perbaikan seperlunya.
3.      Mentik Laporan atau Karya Ilmiah
Apabila draft sudah direvisi dan diadakan perbaikan seperlunya, barulah naskah yang disusun ditik sesuai dengan kebutuhan. Untuk suatu skripsi atau thesis, biasanya jumlah kebutuhan banyak tulisan.
Petunjuk teknis mentik laporan atau karya ilmiah adalah sebagai berikut:
a.       Laporan ditik pada kertas HVS, folio (22 x 35 cm) atau kuarto (21,5 x 29) cm, dengan tindisan pada kertas doorslag (tipis) sebanyak yang dibutuhkan.
b.      Adakalanya naskah tidak ditik bertindisan melainkan dibuat dalam stensil sheet untuk diperbanyak dengan stensil, atau naskah asli diperbanyak dengan fotocopy.
c.       Pengetikan dilakukan dengan mengosongkan ± 4cm, pada bagian atas dan kiri kertas sebagai margin, dan mengosongkan sebelah kanan dan bawah.
d.      Setiap bab dimulai pada halaman baru.[14]
E.     Contoh Laporan Hasil Penelitian
Makalah kami disini mengambil contoh laporan hasil penelitian dari salah satu skripsi mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang berjudul Peranan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Sidorejo Comal dalam Pembinaan Akhlak Santri.
Laporan ini menganalisis tentang wujud pembinanaan, faktor pembinaan pondok pesantren terhadap santri dan keadaan para santri.
1.      Pembinaan akhlaq santri secara kolektif.
Pembinaan santri di pesantren Roudhotul Muta’allimin ini dapat dikategorikan sebagai pembinaan kepribadian. Sedangkan pembinaan akhlak dapat diwujudkan dalam pembinaan kepribadian. Adapun wujud pembinaan akhlaq (kepribadian) yang diupayakan oleh pihak pesantren Roudhotul Muta’allimin ini diantaranya :
a.       Keadaan kesadaran beragama
Pembinaan ini dilakukan agar mampu meneguhkan para santri sehingga mereka dapat mengerti akan nilai-nilai kebenaran  dan menjauhi perbuatan yang salah, agar mendapatkan keteguhan iman dan berbekal pengetahuan keagamaan diharapkan membentuk mereka menjadi manusia yang berakhlaq mulia.
Pondok pesantren Roudhotul Muta’allimin berusaha kuat membentuk kepribadian dan memperbaiki akhla santri dengan menggunakan terapi keagamaan.[15]
Adapun kegiatan-kegiatan pembinaan kesadaran beragama yang diupayakan oleh pesantren Roudhotul Mu’allimin meliputi :
1)      Sholat berjama’ah
Sholat berjama’ah diwajibkan bagi para santri dari waktu shubuh sampai isya’. Relevansi kegiatan ini dengan pembinaan akhlaq para santri adalah terkait dengan tujuan pembinaan santri, yakni meningkatkan iman dan taqwa.
Ketika tiba waktu sholat maka para santri bergegas pergi ke mushola untuk sholat berjaa’ah.
2)      Siraman Rohani Rutinan
Siraman rohani yang dimaksud adalah ceramah keagamaan yang rutin disampaikan setiap hari malam jum’at setelah sholat shubuh maupu maghrib sebelum kegiatan mengaji dimulai.
Menurut penulis siraman rohani ini merupakan salah satu proses pembentukan pengertian, sikap dan minat serta penanaman nilai-nilai luhur yang bersumber dari ajaran agama
a)      Subjek dan objek
Siraman rohani di sampaikan oleh KH. Ahmad Fathoni maupun ustadz Ridwan. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh santri, serangkaian dengan kegiatan  sholat berjama’ah.


b)      Materi
Adapun materi yang di sampaikan dalam siraman rohani ini lebih banyak tentang akhlaq yang harus dimiliki oleh seluruh santri. Meliputi etika berbahasa santun, berpakaian yang islami, maupun lainnya.
c)      Proses
Seusai jama’ah sholat shubuh dan maghrib malam jum’at, para santri berkumpul di aula mushola, model ceramah yang di sampaikan seperti halnya model ceramah umum di masyarakat,dengan bahasa indonesia dan diselingi dengan bahasa jawa kromo, sehingga komunikasi terkesan akrab dan mudah diterima.[16]
3)      Pembinaan qur’ani
Pembinaan qur’ani adalah pembinaan dengan metode pembiasaan santri untuk membaca al-qur’an yang langsung berhadapan dengan ustadz. Kegiatan ini dilaksanakan tiap hari pada waktu setelah jama’ah subuh dan setelah jama’ah sholat magrib bersama.
a)      Subyek dan obyek
Kegiatan pembinaan qur’ani ini terbagi dua kelompok, yani kelompok juz ‘amma dan kelompok al-Qur’an. Pada waktu ba’da shubuh para santri yang masih dalam tahap dasar akan di klasifikasikan pada kelompok juz ‘amma, yang diampu langsung oleh ustadz Sholahudin. Sedangkan para santri yang sudah mampu secara baik dalam membaca al-Qur’an masuk pada kelompok al-Qur’an, yang diampu oleh ustadz Ridwan.
b)      Materi
Materi pembinaan Qur’ani di sesuaikan dengan kemampuan anak dalam membaca al-Qur’an, sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan.


c)      Proses
Proses dalam pembinaan ini dilakukan dengan cara santri menghadap langsung untuk membaca al-Qur’an(sorogan) pada ustadz yang telah ditentukan.
d)     Pembinaan kajian kitab kuning.
Pembinaan kajian kitab kuning yang dimaksud adalah mengkaji literatur kitab karangan ulama-ulama terdahulu untuk di pelajari.
(1)   Subyek
Subyek dalam pembinaan ini adalah seluruh santri, pengurus maupun non-pengurus. Hal ini adalah saah satu ciri proses pembinaan yang ada dalam pesantren, sehinga pembinaan kajian itab kuning wajib diikuti oleh semua elemen yag ada di pesantren.[17]
(2)   Materi
Materi yang dikaji dalam pesantren ini ada dua kategori tingkatan, yaitu tingkatan ibtida’ dan tingkatan jurumiyah. Tingkat ibtida’ mengkaji pada ilmu fiqh jawan dan ta’lim muta’alim. Seangkan tingkat jurumiyah mengkaji pendalaman ilmu nahwu dan shorof. Sedangkan ilmu tajwid di kaji pada kedua tingkat tersebut secara kolektif.
(3)   Proses
Para santri diwajibkan mengiuti kegiatan kajian kitab kuning yang berlangsung mulai dari jam 15.30-17.00 WIB, dan dilanjutkan pukul 20.00-21.00 WIB, sistem yang digunakan yaitu sorogan dan bandongan.
e)      Pembinaan peringatan hari besar islam
Peringatan hari besar Islam merupakan salah satu pembinaan yang bertujuan agar para santri dapat mengambil hikmah dan memahami apa-apa yang terkandung dalam perigatan tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan pada waktu tertentu berdasarkan hari peringatan tersebut dalam setiap tahunnya, sehingga pesantren menyesuaikan dengan situasi dan kondisi kegiatan ini meliputi: peringatan maulid Nabi saw, Isra’ Mi’raj, Idul Adha dan Nuzulul Qur’an.
(1)   Subyek
Semua santri baik pengurus atau non pengurus. Penceramah dalam kegiatan ini biasanya dari tokokh masyarakat maupun ulama’
(2)   Materi
Materi-materi dalam kegiatan ini adalah mengenai aqidah (Nuzulul Qur’an) Ahklaq (Maulid Nabi saw), hukum islam  Isra’ Mi’raj) maupun berqurban (Idul adha) sesuai dengan hari peringaan tersebut.[18]
(3)   Proses
Semua kegiatan hari besar islam tersebut dilaksanakan dengan diadakan pengajian umum yang melibatkan seluruh santri dan masyarakat sekitar . proses pengajiannya berupa ceramah tanpa ada tanya jawab.
f)       Pembinaan kebersihan
Pembinaan kebersihan yang dimaksud adalah kegiatan kebersihan yang dilakukan oleh para santri secara bersama-sama. Pembinaan ini dilakukan agar para santri dapat mengerti pentingnya menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat sebagai bekal hidup di masyarakat.
(1)   Subyek
Seluruh santri diharapkan mengikuti kegiatan ini, kegiatan ini dioordinasi oleh ketua kamar masing-masing dan di laksanakan secara bersama-sama.


(2)   Materi
Kebersihan ini biasanya dilakukan pada fasilitas umum yang terdapat dipesantren, terutama fasilitas yang digunakan oleh para santri, seperti kamar mandi dan mushola.
(3)   Proses
Pembinaan ini dilaksanakan setiap dua minggu sekali tiap hari jum’at pukul 05.30-06.30 WIB dengan cara membersihkan pesantren.
(4)   Pembinaan mengintegrasikan dengan masyarakat
Pembinaan ini sering disebut dengan pembinaan kehidupan sosial kemasyarakatan dengan tujuan agar para santri mampu bersosialisasi  dngan masyarakat ketika kembali ke lingkungannya. Hal ini dibuktikan dengan adanya para santri yang ikut gotong royong atau kerja bakti yang dicenangkan oleh masyarakat.[19]
(5)   Pembinaan bahasa krama
Pembinaan bahasa krama yang diwajibkan kepada santri ini berupa pembiasaan santri agar selalu menggunakan bahasa krama dalam berinteraksi dengan sesama, pengurus, ustadz, kyai, dengan tujuan agar mereka memiliki etika yang baik dalam keseharian. Oleh sebab itu, para santri akan terbiasa menggunakan bahasa krama dalam proses interaksi sehari-hari.
2.      Faktor-faktor pembinaan secara kolektif
Pembinaan akhlak santri yang dilakukan secara kolektif dipesantren ini disebabkan oleh bebarapa faktor, sebagai berikut :
1.      Tempat yang terbatas
Keterbatasan tempat merupakan faktor kesulitan dalam pembinaan akhlak di pesantren ini berdasarkan klasifikasi yang ada. Tempat pembinaan melalui kajian kitab kuning dan pembinaan Qur’ani yang sering dipakai adalah mushola, rumah pengasuh dan ruang belajar.
2.      Pembina yang terbatas
Pembinaan santri dilakukan secara seragam karena kurangnya ustadz yang mengampu kajian kitab, sebab kajian yang dilakukan selama ini lebih disesuaikan kapasitas kemampuan dan klasifikasi santri. Sehingga jadwal kajian yang dimiliki cenderung lebih dari satu, namun hal ini tidaklah mengurangi kemampuan ustadz dalam memberikan keilmuannya terhadap santri, selain disebabkan masih minimnya jumlah santri yang belajar dipesantren ini sehingga pembinaan santri dilakuan secara kolektif
3.      Waktu yang terbatas
Waktu yang terbatas merupakan salah satu faktor penyeragaman , sebabnya sulitnya efisiensi waktu yang dijadwalkan oleh pesantren. Hal ini disebabkan adanya kegiatan santri diluar kewajiban pesantren, yakni sekolah pagi atau formal.
4.      Latar belakang budaya yang relatif sama
Tingkat pendidikan santri dipeantren ini meskipun beragam, akan tetapi secara umum dapat diklasifikasikan dalam kategori tingkat pendidikan menengah dan secara budaya memiliki kesamaan yakni budaya jawa.[20]
Dari faktor diatas, penulis berpendapat bahwa pembinaan akhlak santri secara kolektif yang meliputi pembiasaan dan kajian kitab kuning maupun Qur’ani ini dilakukan oleh pihak pesantren sudah maksimal, dengan melihat kondisi santri yang ada. Selain itu, pembinaan ini tidak hanya dilakukan pada beberapa tahun terakhir ini, tetapi juga tahun-tahun sebelumnya. Dikarenakan santri yang mukim di pesantren ini silih beganti.
3.      Keadaan akhlak santri
Dalam konsep islam, bahwasanya pengertian pendidikan mencangkup tiga pengertian, yakni tarbiyah, ta’lim, ta’dzib, sehingga subyeknya disebut murabbi (memiliki sifat dan tanggung jawab), mu’allim (memiliki ilmu), muaddib (amaliyah atau akhlak). Hal ini juga menjadi salah satu tujuan pembinaan akhlak santri di pesantren roudhotul muta’allimi, yakni berilmu, beradab dan meningkatkan akhlak santri. Bahwasanya, proses pembinaan akhlak santri berhubungan dengan hasil pembinaan akhlak yang telah dilakukan oeh pihak pesantren ini, dimana akhlak santri dapat tercermin dalam lesehariannya. Secara umum para santri di pesantren Roudhotul Muta’allimin ini  telah memiliki sikap dan perilaku secara baik dan santun. Hal ini tercermin dalam sikap dan perilaku para santri yang rajin mengikuti sholat berjama’ah, berpuasa di bulan Ramadhan, memahami serta mengimplementasikan ajaran islam dan kebiasaan berbahasa krama dalam komunikasi kesehariannya. Adapun mengenai akhlak kepribadian dengan integrasi masyarakat juga telah tercermin pada perilaku sikap santri, semisal bersikap ramah, peduli sesama, berhubungan baik dengan tamu, berbusana santun dan menjaga amanah, serta mematuhi peraturan-peraturan yanag telah diterapkan dalam pesantren agar kelak santri dapat berperilaku baik dan santun ketika hdup di masyarakat. Seain itu santri memiliki keilmua keagamaan yang cukup untuk bekal dalam kehidupan nantinya, baik meliputi keilmuan tauhid (teologi islam), fiqh (hukum islam), tasawwuf (filsafat islam) maupun keilmuan akhlak (etika islam) sehingga para santri dapat menerapkan tiga pilar pendidikan islam yang meliputi ta’lim, tarbiyah, dan ta’dzib dalam kehidupan sehar-hari.[21]

IV.        KESIMPULAN
A.      Pengertian Laporan Hasil Penelitian
Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu.
Laporan hasil penelitian ialah suatu karangan yang menguraikan secara lengkap tentang proses dan hasil yang diperoleh dari penelitian.
B.       Tujuan Laporan Hasil Penelitian
Secara umum tujuan penelitian ada tiga macam yaitu yang bersifat:
1.        Penemuan, berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang  betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui
2.        Pembuktian, berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu
3.        Pengembangan, berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Beberapa tujuan lain yang telah dikemukakan, bahwa secara garis besar tujuan penelitian dapat dibedakan menjadi tiga menurut pihak yang memanfaatkan hasilnya. Ketiga pihak dimaksud adalah:
1.        Para Ilmuan, karena dengan penemuan melalui penelitian maka khasanah ilmu pengetahuan akan bertambah luas. Penambahan ilmu berarti bertambah pula tempat berpijak bagi mereka dalam mengembangkan pengetahuan lebih lanjut.
2.        Pemerintah, atau pengambilan kebijaksanaan yang lain. Informasi yang diperoleh dari penelitian akan bermanfaat bagi penentuan kebijaksanaan sehingga daya dukung kebijaksaan tersebut cukup kuat karena berupa data actual berupa laporan hasil penelitian.
3.        Masyarakat luas baik secara perseorangan maupun kelompok. Adanya informasi dari penelitian inilah maka kehidupan manusia menjadi lebih sempurna dan dipermudah. Ingat penemuan listrik, telepon, plastic, dan sebagainya yang jelas-jelas mempermudah kehidupan manusia.
C.       Ruang Lingkup Laporan Hasil Penelitian
1.        Bagian Pembuka (Prefatory Pages)
a.       Halaman Judul (Title Page)
b.      Halaman pengesahan (Authorization)
c.       Halaman keterangan dari si Peneliti (Certification of Statement)
d.      Kata Pengantar (Acknowledgement)
e.       Daftar Isi (Table of Content)
f.       Daftar Tabel (List of Tables), Daftar Gambar (List of Figures)
2.        Bagian Isi (Body of Report)
a.         Pendahuluan (Introduction)
b.        Tinjauan Pustaka atau Kerangka Teoritik-Hipotesis (Literature Review/Theoritical Framework-Hypotheses)
c.         Metodologi (Methodology) yang mencakup : Metode Penelitian (Research Method), Sampel dan Pengumpulan Data (Sample & Data Collection). Pengembangan Instrument Penelitian (Development of Research Instrument), Uji Reliabilitas dan Validitas (Relebility & Validity Test). Operasionalisasi Variabel atau Devinisi Operasional (Operationalization of Variabel)
d.        Metode Analisis Data (Data Analysis)
e.         Hasil dan Pembahasan (Results/Findings & Discussions)
f.         Kesimpulan (Conclusions)
g.        Implikasi Manajerial (Managerial Implication) dan Implikasi Teoritik (Theoritical Implications)
h.        Keterbatasan Penelitian (Limitations)
3.        Bagian Lampiran (Appendices Section)
a.         Kuesioner (Questionnaire)
b.        Hasil Perhitungan Statistik (Jika perlu saja atau Hanya bagian-bagian tertentu yang dianggap penting)
c.         Daftar Pustaka (Bibliography)
d.        Daftar Reverensi (References)
D.      Langkah Penyusunan dalam Laporan Hasil Penelitian
Langkah-langkah dalam menyusun laporan penelitian adalah sebagai berikut:
1.        Membuat draft laporan
2.        Merevisi Draft Laporan
3.        Mentik Laporan atau Karya Ilmiah
E.       Contoh Laporan Hasil Laporan
Contoh laporan hasil penelitian dari salah satu skripsi mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang berjudul Peranan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Sidorejo Comal dalam Pembinaan Akhlak Santri.
Laporan ini menganalisis tentang wujud pembinanaan, faktor pembinaan pondok pesantren terhadap santri dan keadaan para santri.

V.           PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami buat, sebagai manusia biasa kita menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.


DAFTAR PUSTAKA

Suryabrata, Sumadi. 2011. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Arikunto, Suharsimi. 2010. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta
Azwar, Azrul. 2003. Metodologi Penelitian. Batam: Binarupa Akara
Anggota IKAPI. 2005. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Hermawan, Asep. 2004. Kiat Menulis Skripsi, Tesis, dan Disertai untuk Konsentrasi Pemasaran. Jakarta: Ghalia Indonesia
Ali, Mohamad. 1987. Penelitian Pendidikan. Bandung: Percetakan Offset Angkasa
Werdiningsih, Nanik. 2011. Peranan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Sidorejo Comal Dalam Pembinaan Pembinaan Akhlaq Santri. Pekalongan: IAIN Walisongo Semarang.




















 


BIODATA SINGKAT MAHASISWA

1.      Nama               : Wirda Nurfitriana
NIM                : 123311040
Jurusan/Prodi  : KI/MPI
TTL                 : Kendal, 26 Mei 1994
Pendidikan      : SD N 1 Donosari
                                      SMP N 2 Patebon
                                      SMK N 1 Kendal
                                      IAIN Walisongo Semarang
Alamat            : Ds. Donosari Rt.2 Rw.II Gang Manggis No.21 Patebon Kendal 51351
No.Hp             : 085726388860
Email               : wirdanurfitriana@rocketmail.com

2.      Nama               : Lutfiana Irmayani
NIM                : 123311042
Jurusan/Prodi  : KI/MPI
TTL                 : Bojonegoro, 01 Oktober 1994
Pendidikan      : SD N 2 Ngrandu
                                      MTS N 1 Bojonegoro
                                      MAN 1 Bojonegoro
                                      IAIN Walisongo Semarang
Alamat            : Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur
No.Hp             : 085706791304
Email               : lutfiana.irmayani@yahoo.com

3.      Nama               : M. Okta Riyanto
NIM                : 123311043
Jurusan/Prodi  : KI/MPI
TTL                 : Bojonegoro, 20 Oktober 1993
Pendidikan      : SD N 2 Sekar
                                      SMP N 1 Sekar
                                      MAN 1 Bojonegoro
                                      IAIN Walisongo Semarang
Alamat            : Sekar, Bojonegoro, Jawa Timur
No.Hp             : 085335244340
Email               : okta.riyanto93@gmail.com




 


[1] Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011), hlm. 11
[2] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm. 3
[3] Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: PT. Rineka Cipta,2010), hlm. 471
[4] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm. 3
[5] Azrul Azwar, Metodologi Penelitian, (Batam: Binarupa Akara, 2003), hlm. 161
[6] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm. 5-6
[7] Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: PT. Rineka Cipta,2010), hlm. 471
[8] Anggota IKAPI, Penelitian Terapan, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2005) hlm. 251
[9] Anggota IKAPI, Penelitian Terapan, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2005) hlm. 251
[10] Anggota IKAPI, Penelitian Terapan, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2005) hlm. 251-252
[11] Anggota IKAPI, Penelitian Terapan, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2005) hlm. 252
[12] Asep Hermawan, Kiat Menulis Skripsi, Tesis, dan Disertai untuk Konsentrasi Pemasaran, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2004), hlm. 73
[13] Mohamad Ali, Penelitian Pendidikan, (Bandung: Percetakan Offset Angkasa, 1987) hlm. 167
[14] Mohaman Ali, Penelitian Pendidikan, (Bandung: Percetakan Offset Angkasa, 1987) hlm. 167-168
[15] Nanik Werdiningsih, Peranan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Sidorejo Comal Dalam Pembinaan Pembinaan Akhlaq Santri, (Pekalongan: IAIN Walisongo Semarang, 2011) hlm. 33-34
[16] Nanik Werdiningsih, Peranan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Sidorejo Comal Dalam Pembinaan Pembinaan Akhlaq Santri, (Pekalongan: IAIN Walisongo Semarang, 2011) hlm. 34-37
[17] Nanik Werdiningsih, Peranan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Sidorejo Comal Dalam Pembinaan Pembinaan Akhlaq Santri, (Pekalongan: IAIN Walisongo Semarang, 2011) hlm. 37-39
[18] Nanik Werdiningsih, Peranan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Sidorejo Comal Dalam Pembinaan Pembinaan Akhlaq Santri, (Pekalongan: IAIN Walisongo Semarang, 2011) hlm. 39-42
[19] Nanik Werdiningsih, Peranan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Sidorejo Comal Dalam Pembinaan Pembinaan Akhlaq Santri, (Pekalongan: IAIN Walisongo Semarang, 2011) hlm. 42-43
[20] Nanik Werdiningsih, Peranan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Sidorejo Comal Dalam Pembinaan Pembinaan Akhlaq Santri, (Pekalongan: IAIN Walisongo Semarang, 2011) hlm. 43-45
[21] Nanik Werdiningsih, Peranan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Sidorejo Comal Dalam Pembinaan Pembinaan Akhlaq Santri, (Pekalongan: IAIN Walisongo Semarang, 2011) hlm. 45-47