PENELITIAN EX-POST FACTO BIDANG PENDIDIKAN
MAKALAH
Disusun
Guna Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah: Metodologi Penelitian
Pendidikan
Dosen
Pengampu: Dr. H. Fatah Syukur, NC. M.Ag.
Disusun
Oleh:
Wirda Nurfitriana (123311040)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015
I.
PENDAHULUAN
Penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses
sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode
ilmiah. Penelitian tidak lain adalah art and science guna mencari
jawaban terhadap suatu permasalahan. Penelitian dapat pula diartikan sebagai
cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban
permasalahan discovery maupun invention.
Ada beberapa jenis penelitian, salah satunya adalah jenis
penelitian ex-post facto. Penelitian ini bertujuan menemukan penyebab
yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh
suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variabel
bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi. Untuk penjelasan lebih lengkap
mengenai penelitian ex-post facto, disini pemakalah akan memaparkannya
dengan berbagai rumusan masalah sebagai berikut.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Apa
pengertian dari penelitian ex-post facto?
B.
Apa jenis-jenis
penelitian ex-post facto??
C.
Bagaimana
langkah-langkah dalam penelitian ex-post facto?
III.
TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari
penulisan makalah ini adalah:
A.
Mengetahui
apa pengertian dari penelitian ex-post facto.
B.
Mengetahui
jenis-jenis penelitian ex-post facto.
C.
Mengetahui
langkah-langkah dalam penelitian ex-post facto.
IV.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Penelitian Ex-Post Facto
Penelitian ex-post facto merupakan penelitian yang variabel-variabel
bebasnya telah terjadi perlakuan atau treatment tidak dilakukan pada
saat penelitian berlangsung, sehingga penelitian ini biasanya dipisahkan dengan
penelitian eksperimen.[1]
Arti ex-post facto, yaitu “dari apa dikerjakan setelah
kenyataan”, maka penelitian ini disebut sebagai penelitian sesudah kejadian.
penelitian ini juga sering disebut after the fact atau sesudah fakta dan
ada pula peneliti yang menyebutnya sebagai retrospective study atau studi penelusuran kembali.
Menurut Kerlinger sebagaimana telah dikutip oleh Sukardi,
memberikan definisi sebagai berikut:
Ex-post facto
research more formaly as that in which the independent variables have already
occurred and in which the researcher starts with the observation of a dependent
variable.
Penelitian ex-post facto merupakan penelitian di mana variabel-variabel
bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat
dalam suatu penelitian. Pada penelitian ini, keterikatan antarvariabel bebas dengan
variabel bebas, maupun antarvariabel bebas dengan variabel terikat, sudah terjadi
secara alami, dan peneliti dengan setting tersebut ingin melacak kembali
jika dimungkinkan apa yang menjadi faktor penyebabnya.[2]
B.
Jenis-Jenis Penelitian Ex-Post Facto
1.
Penelitian
Korelasi
Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan
tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat
hubungan antara dua variabel atau lebih. Adanya hubungan dan tingkat variabel
ini penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan
dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian.[3]
Penelitian korelasi bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila
ada, berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidak hubungan itu.[4]
Penelitian korelasi mempunyai tiga karakteristik penting untuk para
peneliti yang hendak menggunakannya. Tiga karakteristik tersebut, di antaranya
adalah:
a.
Penelitian
korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan
manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen,
b.
Memungkinkan
variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan nyata, dan
c.
Memungkinkan
peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan.
Penelitian korelasi mencakup
kegiatan pengumpulan data guna menentukan adakah hubungan antarvariabel dalam
subjek atau objek yang menjadi perhatian untuk diteliti. Jika ada, berapa derajat
hubungan antara dua variabel atau lebih, derajat hubungan biasanya
diekspresikan sebagai koefisien korelasi yang diberi simbol matematika (r). Hubungan variabel tersebut biasanya dinyatakan
dalam harga r yang mempunyai nilai dari -1 sampai +1. Nilai negative
atau (-) menunjukkan arah variabel bertolak belakang. Nilai positif (+)
menunjukkan arah perubahan dua variable pada arah yang sama.
Di samping itu, penelitian korelasi
juga dilakukan, untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian tentang dua variabel
atau lebih. Pertanyaan tersebut yaitu:
a.
Adakah
hubungan antara dua variabel? Jika ada, kemudian diikuti dengan pertanyaan,
yaitu
b.
Bagaimanakah
arah hubungan tersebut? Dan selanjutnya pertanyaan,
c.
Berapa
besar hubungan kedua variabel tersebut dapat diterangkan?
Penelitian korelasi lebih tepat,
jika dalam penelitian peneliti memfokuskan usahanya dalam mencapai informasi
yang dapat menerangkan adanya fenomena yang kompleks melalui hubungan
antarvariabel. Sehingga, peneliti juga dapat melakukan eksplorasi studi
korelasi parsial, di mana peneliti mengeliminasi salah satu pengaruh variabel
agar dapat dilihat hubungan dua variabel yang dianggap penting.
Di bidang pendidikan, studi korelasi
biasanya digunakan untuk melakukan penelitian terhadap sejumlah variabel yang
diperkirakan mempunyai peranan signifikan dalam mencapai keberhasilan proses
pembelajaran. Sebagai contoh, misalnya tentang pencapaian hasil belajar dengan
motivasi internal, belajar strategi, intensitas kehadiran mengikuti kuliah, dan
sebagainya.
Penelitian korelasi mempunyai
kelebihan yang dapat diterangkan seperti berikut:
a.
Berguna
dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan, ekonomi, dan
sosial, karena dengan penelitian ini peneliti dimungkinkan untuk mengukur
beberapa variabel dan hubungannya secara simultan.
b.
Dengan
penelitian korelasi, dimungkinkan beberapa variabel yang mempunyai kontribusi
pada suatu variabel tertentu dapat diselidiki secara intensif.
c.
Penelitian
korelasi pada umumnya melakukan studi tingkah laku dengan setting yang
realistis.
d.
Peneliti
dapat melakukan analisis tanpa memerlukan sampel yang besar.
Sedangkan kelemahan penelitian
korelasi yang perlu diperhatikan oleh para peneliti adalah bahwa dengan
penelitian korelasi, peneliti hanya mengidentifikasi apa yang terjadi dengan
tanpa melakukan manipulasi dan mengontrol variabel. Di samping itu, dengan
penelitian tersebut peneliti tidak dapat membangun hubungan sebab akibat.[5]
2.
Penelitian
Kausal Komparatif
Metode
penelitian yang erat dengan penelitian korelasi adalah penelitian causal comparative
atau hubungan sebab akibat. Di dalam mengelompokkan jenis penelitian ini,
ada para ahli yang memasukkan penelitian kausal komparatif sebagai penelitian
deskriptif. Alasan yang mendasarinya adalah bahwa penelitian tersebut berusaha
menggambarkan keadaan yang telah terjadi. Sementara itu, ada pula peneliti
memasukkan penelitian kausal komparatif sebagai penelitian ex-post facto, dengan
alasan bahwa penelitian itu, variabel juga telah terjadi dan peneliti tidak
berusaha memanipulasi atau mengontrolnya. Pada penelitian kausal komparatif,
variabel penyebab dan variabel yang dipengaruhi telah terjadi dan diselidiki
lagi.[6]
Menurut Ritz sebagaimana telah
dikutip oleh Emzir mengidentifikasi beberapa kelebihan dan kelemahan penelitian
kausal komparatif. Kelebihan penelitian kausal komparatif sebagai berikut:
a.
Metode
kausal komparatif adalah suatu penelitian yang layak dalam banyak hal bila
metode eksperimental tidak memungkinkan untuk dilakukan:
1)
Apabila
tidak memungkinkan memilih, mengontrol, dan memanipulasi variabel untuk studi
hubungan sebab-akibat (kausal) secara langsung;
2)
Apabila
pengontrolan semua variasi kecuali satu variabel tunggal mungkin sangat tidak
realistik, mencegah interaksi yang normal dengan variabel lain yang
berpengaruh;
3)
Apabila
pengontrolan secara laboratorium untuk berbagai tujuan penelitian tidak
praktis, terlalu mahal, atau secara etika dipertanyakan.
b.
Penelitian
kausal komparatif akan menghasilkan informasi yang bermanfaat mengenai hakikat
fenomena: apa sesuai dengan apa, di bawah kondisi apa, dalam urutan dan pola
apa, dan seterusnya.
c.
Memperbaiki
teknik, metode statistik, dan desain dengan pengontrolan fitur-fitur secara
parsial, dalam beberapa tahun belakangan, studi ini lebih banyak dipertahankan.
Di samping kelebihan di atas,
penelitian kausal komparatif juga memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut:
a.
Kelemahan
utama suatu desain penelitian kausal komparatif adalah tidak adanya kontrol
terhadap variabel bebas.
b.
Kesulitan
dalam menentukan faktor penyebab yang relevan.
c.
Kesulitan
bahwa tidak ada faktor tunggal yang menyebabkan suatu hasil.
d.
Suatu
fenomena tidak hanya dihasilkan dari berbagai penyebab, tetapi juga dari satu
penyebab dalam satu kejadian dan dari penyebab yang lain dalam kejadian yang
lain.
e.
Apabila
hubungan antara dua variabel telah terungkap penentuan mana penyebab mana
akibat mungkin sulit.
f.
Terdapat
fakta bahwa dua atau lebih faktor yang berhubungan tidak harus mempunyai
implikasi hubungan sebab akibat.
g.
Pengklasifikasian
subjek ke dalam kelompok dikotomi (seperti kelompok berprestasi dan kelompok
tidak berprestasi) untuk tujuan perbandingan, penuh dengan masalah, karena
kategori seperti ini adalah samar, berubah-ubah, dan bersifat sementara. Dengan
demikian, penelitian tidak akan menghasilkan temuan yang bermanfaat.
h.
Studi
perbandingan dalam situasi yang alamiah tidak memungkinkan pemilihan subjek
penelitian yang terkontrol. Penempatan kelompok subjek yang ada yang sama dalam
semua hal yang diharapkan untuk penampilan mereka pada suatu variabel adalah
sangat sulit.[7]
Penelitian korelasi dan penelitian
kausal komparatif sama-sama memiliki kesamaan, yaitu:
a.
Mereka
tidak memanipulasi variabel, karena variable telah terjadi;
b.
Mereka
juga tidak melakukan kontrol;
c.
Bila
peneliti menggunakan paket program statistik dalam komputer, penelitian regresi
otomatis juga menganalisis hasil korelasi.
Walaupun
demikian, penelitian korelasi dan penelitian kausal komparatif mempunyai
perbedaan, seperti berikut:
a.
Dalam
penelitian korelasi, peneliti tidak mengidentifikasi atau membedakan antara variable
bebas dan variable terikat.
b.
Dalam
penelitian kausal komparatif, peneliti berusaha mengidentifikasi hubungan sebab
akibat, dan dalam hubungan variabel yang kompleks mereka membedakan antara
variabel bebas dan terikat.[8]
C.
Langkah-Langkah dalam Penelitian Ex-Post Facto
Penelitian dengan metode ex-post facto mempunyai langkah
penting sebagai berikut:
1.
Mengidentifikasi
adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode ex-post
facto.
2.
Membatasi
dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3.
Menentukan
tujuan dan manfaat penelitian.
4.
Melakukan
studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
5.
Menentukan
kerangka berpikir, pertanyaan penelitian, dan hipotesis penelitian.
6.
Mendesain
metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini menentukan
populasi, sampel, tehnik sampling, menentukan instrument pengumpulan data.
7.
Mengumpulkan,
mengorganisasi, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik statistika yang
relevan.
8.
Membuat
laporan penelitian.[9]
V.
ANALISIS
Penelitian ex-post facto merupakan penelitian, di mana
rangkaian variabel-variabel bebas telah terjadi, ketika peneliti mulai
melakukan pengamatan terhadap variabel terikat. Penelitian ini disebut penelitian ex-postfacto,
karena rangkaian variable-variabel bebas yang hendak diteliti telah terjadi
ketika peneliti mulai melakukan pengamatan terhadap variable terikat.
Penelitian ini berusaha dari kejadian yang sudah ada merunut ke belakang untuk
mengidentifikasi rangkaian variable penyebabnya.
Penelitian ex-post facto dibedakan menjadi dua macam, yaitu
penelitian korelasional dan penelitian kausal komparatif. Penelitian
korelasional dilakukan, jika peneliti ingin mengetahui tentang kuat lemahnya
hubungan antarvariabel yang terkait dalam subjek/objek yang diteliti. Pada penelitian
korelasional ini, peneliti tidak perlu menentukan mana yang berperan sebagai
variabel bebas dan variabel terikat. Tetapi jika peneliti ingin mengetahui
bagaimana pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang terkait, maka peneliti
perlu mengidentifikasi variabel sebab maupun variabel akibatnya. Sedangkan pada
penelitian kausal komparatif dilakukan, jika peneliti ingin mengidentifikasi
variabel penyebab maupun variabel akibat dengan cara merunut kembali hubungan
variabel tersebut.
VI.
KESIMPULAN
Penelitian ex-post facto merupakan penelitian di mana variabel-variabel
bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat
dalam suatu penelitian. Pada penelitian ini, keterikatan antarvariabel bebas
dengan variabel bebas, maupun antarvariabel bebas dengan variable terikat,
sudah terjadi secara alami, dan peneliti dengan setting tersebut ingin
melacak kembali jika dimungkinkan apa yang menjadi faktor penyebabnya.
Penelitian ex-post facto dibedakan menjadi dua macam, yaitu
penelitian korelasi dan penelitian kausal komparatif. Penelitian korelasi
adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna
menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau
lebih. Sedangkan penelitian kausal komparatif merupakan kegiatan penelitian
yang berusaha mencari informasi tentang mengapa terjadi hubungan sebab akibat,
dan peneliti berusaha melacak kembali hubungan tersebut.
VII.
PENUTUP
Demikianlah makalah ini, saya sebagai penulis
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan
kesalahan. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu, penulis
mohon kritik dan saran dari pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca
dan pada khususnya pemakalah sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Emzir. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif dan
Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Sukardi. 2014. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan
Praktiknya. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
[1]
Syamsuddin dan Vismaia S. Damaianti, Metode Penelitian Pendidikan Bahasa, (Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 164.
[2]
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta:
PT. Bumu Aksara, 2014), hlm 165.
[3]
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya,…hlm
166.
[4]
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:
PT. Rineka Cipta, 2013), hlm. 313.
[5]
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya,…hlm
166-171.
[6]
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya,… hlm
171.
[7]
Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif dan Kualitatif, (Jakarta:
Rajawali Pers, 2010), hlm. 123-125.
[8]
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya,… hlm
171-172.
[9]
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya,…
hlm 174.
