MIRISNYA PARA
PENGKRITIS
Kritis
merupakan sikap yang wajib ada pada diri semua manusia, terutama mahasiswa.
Namun sebagian mahasiswa mempunyai persepsi bahwa kritis itu harus dengan
berorasi sambil berteriak-teriak di jalan, dan merusak segala fasilitas umum
yang ada di lingkungan masyarakat.
Betapa
mirisnya negeri ini jika para calon pengubah yang begitu didambakan masyarakat,
tak mampu menjaga dan melindungi bangsanya mulai sejak dini. Apakah
menyampaikan aspirasi harus dengan berdemo anarkis? Tentunya tidak. Menyampaikan
aspirasi dengan berdemo itu tidak salah. Namun, semua harus ada
batasan-batasannya agar tidak merugikan orang lain.
Bukannya
kita tidak jauh beda dengan para petinggi yang telah merusak bangsa ini, jika
cara kita mengkritisi mereka itu tanpa disertai aturan-aturan dan tanpa etika
yang baik pula. Alangkah baiknya kita sebagai mahasiswa lebih mengutamakan
menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh dan mencari ridho Allah semata. Nsmun
disisi lain sebagai mahasiswa juga harus mulai belajar bagaimana cara
mengabdikan diri kepada masyarakat agar kelak diri kita layak berada di
lingkungan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar