SISTEM
PENUNJANG KEPUTUSAAN (SPK)
(Deni
Darmawan dan Kunkun Nur Fauzi, SIM, BAB 9 Hal 137-156)
RESUME
Guna
Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengampu: Miswan, SIP. M.Ag.
Disusun
Oleh:
Bambang Pitoyo 123311010
Iptitahul Hidayah 123311021
M. Nur Edi D.A. 123311032
Wirda Nurfitriana 123311040
Amenoh Yaena 123311046
M. Nidhomul Huda 133311060
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015
BAB 9
A.
Konsep Pengertian Dasar dan Tujuan SPK
Keputusan dibuat untuk memecahkan maslah. Saat ini, memecahkan masalah
mungkin akan menghasilakan banyak keputusan. Kepitusan merupakan tindakan atau
masalah.
1. Jenis-jenis
keputusan menurut Simon.
Ada keputusan
yang restruktur atau terprogram dan ada keputusan yang tidak restruktur atau
tidak terprogram.
Keputusan yang
terstruktur atau terprogram berasal dari permasalahan dan kejadian-kejadian
yang terstruktur. Permasalahan atau keputusan bisa diintruksi karena sifatnya
rutin sehingga bisa ditentukan sebelumnya, contohnya SP , SIA, dan SIM walaupun kita tahu pada SIM ada yang semi
terstruktur yang membuat pemngembanagan SIM sulit.
Keputusan yang
tidak terstruktur atau terprogram berasal dari permasalahan atau kejadian yang
yang tidak terstruktur. Sifatnya tidak bisa diprediksi karena tidak jelas
rutinitasnya, sehingga seolah-olah baru atau mungkin memang benar baru atau
bisa juga karena begitu pentingnya sehingga memerlukan perlakuan yang sangat
khusus berbeda dengan umumnya.
2. Konsep Sistem
Pengambilan Keputusan ( SPK )
Konsep Sistem
SPK mulai berkembang pada akhir tahun 1960-an. Saat itu, untuk pertama kalinya
seseorang dapat berinteraksi langsung dengan komputer tanpa harus melalui
spesialis informasi. Kondisi seperti ini melahirkan pemikiran bahwa dengan dapatnya
seseorang secara langsung berinteraksi melalui komputer dengan menggunakan
teknologi timesharing yang ada, orang bisa mengembangkan suatu sistem pendukung
keputusan.
3. Digunakannya
Istilah SPK
Istilah SPK
pertama kali digunakan oleh G. Anthony Gorry dan Michael S. Scoot Morton pada
1971, keduanya merupakan profesor MIT, USA. Saat itu, mereka merasakan perlunya
suatu pemikiran untuk mengarahkan penggunaan aplikasi komputer untuk membantu
pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen berdasarkan pada konsep
Simon mengenai keputusan yang terstruktur dan tidak terstruktur juga
berdasarkan pada konsep Robert N. Anthony tentang tingkatan manajemen.
Masalah terstruktur merupakan masalah yang memilki
struktur pada tiga tahap pertama model Simon, yaitu tahap intelijen,
perancangan dan pemilihan. Ketiga tahap tersebut karena dapat dibuat struktur
logikanya atau aturan pengambilan keputusannya sehingga permasalahannya dapat
diidentifikasi dan dimengerti.
B.
Ciri dan Kemampuan SPK
Berikut ini
contoh ciri SPK adalah sebagai berikut:
1.
Dukungan
SPK diberikan untuk berbagai tingkatan manajemen dari tingkat atas sampai
tingkat bawah (pakar lain sampai tingkat menengah) dan berbagai bagian.
2.
Dukungan
selain diberikan kepada individu juga diberikan kepada kelompok.
3.
SPK
mendukung keputusan yang independen atau yang berurut/terkait.
4.
SPK
memberikan dukungan terhadap semua tingkatan dalam proses pengambilan keputusan
pada tahap intelijen, perancangan dan pemilihan.
5.
SPK
memberikan dukungan terhadap berbagai gaya dan proses pengambilan keputusan.
6.
SPK
selalu menyesuaikan diri terhadap keadaan. Pengambilan keputusan harus reaktif
terhadap perubahan yang terjadi dan dengan cepat harus menyesuaikan SPK agar
dapat mengatasi perubahan yang muncul.
7.
SPK
harus mudah untuk dioperasikan.
8.
Tujuan
SPK meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan (akurat, tepat waktu, dan
berkualitas dan bukan untuk meningkatkan efisiensi.
9.
Pengambilan
keputusan memiliki kendali yang lengkap untuk semua tingkatan proses
pengambilan keputusan.
10. SPK menarik minat belajar, menimbulkan kebutuhan baru dan perbaikan
sistem yang merupakan proses yang berkelanjutan dalam membangun dan
menyempurnakan SPK.
11. SPK harus relatif mudah dibuat.
12. SPK biasanya menggunakan model (standard an yang bisa diubah-ubah.
Kemampuan modelnya memungkinkan pemakai bereksperimen menggunakan berbagai
macam strategi dan konfigurasi yang berbeda. Hasil eksperimen dapat memberikan
pandangan baru dan pelajaran baru.
13. SPK tingkat lanjut menampung komponen knowledge (pengetahuan)
yang memungkinkan dicapainya efisinesi dan efektivitas pemecahan masalah untuk
masalah yang kompleks.
|
SPK
|
|
Semi terstruktur
|
|
Mudah digunakan
|
|
Untuk manajer di berbagai tingkatan
|
|
Untuk kelompok atau individu
|
|
Keputusan yang berurutan atau sendiri
|
|
Mendukung intelejen perancangan dan pemilihan
|
|
Mendukung berbagai gaya dan proses keputusan
|
|
Fleksibel dan adaktif
|
|
Efektivitas bukan efisiensi
|
|
Manusia mengontrol mesin
|
|
Penggunaan yang berubah sedikit demi sedikit
|
|
Mudah untuk dibuat
|
|
Pemodelan
|
|
Pengetahuan
|
1.
Tujuan SPK
Peter G.W, seorang perintis SPK dari MIT bekerja sama dengan Scott Morton untuk
menentukan tiga tujuan yang harus dicapai oleh SPK, dan mereka percaya bahwa
SPK harus:
a.
Dapat
membantu manajer dalam membuat keputusan saat memecahkan berbagai masalah semi
terstruktur.
b.
Dapat
mendukung penilaian yang dilakukan oleh manajer dan tidak mencoba
menggantikannya.
c.
Dapat
meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajer dan
bukan meningkatkan efisiensinya.
2.
Struktur Permasalahan
Sulit untuk menentukan apakah masalah suatu masalah sepenuhnya
terstruktur atau tidak struktur. Sebagian besar permasalahan bersifat
semistruktur. Ini berarti bahwa SPK diarahkan pada area di mana sebagian besar
permasalahan berada.
3.
Dukungan Terhadap Keputusan
Gambar 9.4 menunjukkan hubungan antara struktur permasalahan dan
tingkat dukungan yang dapat disediakan oleh komputer. komputer dapat diterapkan
untuk membantu masalah-masalah yang terstruktur sedangkan manajer bertanggung
jawab terhadap masalah-masalah yang tidak terstruktur sedangkan manajer
bertanggung jawab terhadap masalah-masalah yang tidak terstruktur dalam bentuk
memberi pertimbangan. Manajer dan computer bekerja sama sebagai suatu tim
pemecah masalah untuk memecahkan masalah yang berada di area semistruktur yang
luas.
|
Komputer &
Manajer (Solusi SPK)
|
|
Solusi Komputer
|
|
Solusi Manajer
|
4.
Efektivitas Keputusan
SPK tidak dimaksudkan untuk
mengefisiensikan proses pengambilan keputusan. Waktu bagi manajer sangat
berharga dan tidak boleh dibuang, manfaat utama penggunaan SPK bagi manajer
adalah untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik.
C. Model Sistem
Pengdukung Keputusan
Dalam bab-bab terdahulu
telah disajikan model SIA dalam bentuk berbagai sistem pengolahan transaksi dan
SIM. Struktut yang serupa dapat digunakan untuk menyusun model SPK. Data dan
informasi dimasukkan ke dalam database dari lingkongan perusahaan. Database
juga berisi data yang dimasukkan melalui SIA. Isi database digunakan oleh tiga
subsistem software.
1.
Perangkat Lunak
Pembuat Laporan--Menghasilkan Laporan periodic maupun khusus. Laporan periodic
akan dikeluarkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan biasanya
software ini dibuat melalui pemroraman dengan menggunakan bahasa tertentu
seperti C1++, Visual Foxpro, Orecle, Visual Basic. Laporan khusus biasanya dibuat
sebagai reaksi-reaksi atas informasi tertentu yang dihasilkan melalui sistem
penceraian infornasi secara tersturktur (SQL) yang dilakukan oleh pemakai
(manajer). Semua software DBMS saat ini memiliki fasilitas untuk SQL.
2.
Model matematika—Model
ini akan nenghasilkan informasi dalam bentuk simulasi yang melibat satu atau
lebih aspek operasi dari sudsistem perusahaan. Model matematika dapat dibuat
dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman. Bahasa-bahasa pemrogman
digunakan untuk membuat suatu model yang dapat membantu mempermudah tugas serta
mendorong untuk bekerja lebih baik.
3.
Perangkat Lunak
KSPK—Perangkat lunak ini memungkinkan beberapa pihak yang terlibat dalam pemecahan
masalah untuk bekerja sama sebagai satu kelompok untuk mengdapatkan satu
solusi. Dalam situasi tertentu istilah kelompok sistem pengambil keputusan KSPK
atau Group Decision Support System (GDSS), digunakan. Hal ini dilakukan
mungkin karena proyek. Dalam situasi seperti ini para anggota kelompok saling
berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui perangkat lunak KSPK.
D. SPK Berkelompok
Dalam SPK berkelompok terdapat dua laporan
periodik dan mana yang merupakan laporan khusus. Kedua laporan tersebut akan
terlihat seperti sama persis, yang membedakan di antara kedua laporan tersebut
adalah masalah disiapkannya:
1. Laporan periodik dipersiapkan sesuai dengan jadwal pada saat tertentu,
sebagai contoh adalah laporan analisis penjualan bulanan berdasarkan pelanggan.
2. Laporan khusus dipersiapkan tiba-tiba ketika sesuatu yang tidak diperkirakan
sebelumnya terjadi. Sebagai contoh adalah laporan terjadinya kecelakaan atau
laporan lain seperti laporan yang dihasilkan melalui pencarian dengan SQL.
a.
memadukan perbedaan ke dalam laporan
Informasi yang terkandung dalam suatu kaporan
periodik dan khusus (berbeda dari biasanya) dapat diperbaiki dengan cara
mengatur perbedaan tersebut. melalui konsep ini pengolah informasi akan
membandingkan kinerja yang terjadi dengan standar yang telah ditentukan dan
melaporkannya jika ada perbedaan atau penyimpangan antara kinerja yang terjadi
dan standar yang telah ditentukan sebelumnya.
Mengelola perbedaan dapat
dilakan sebagai berikut:
1)
Menyiapkan laporan hanya jika sesuatu yang
tidak diharapkan terjadi. Ini merupakan suatu cara yang memadukan model sistem
yang biasa dilakukan dengan laporan biaya lembur.
2) Menggunakan urutan laporan untuk menyoroti perbedaan yang muncul. Laporan
dapat disortir secara berurutan, baik itu menarik atau menurun berdasarkan satu
atau beberapa kriteria kunci tertentu, sehingga informasi tertentu karena
berbeda dapat menarik perhatian pemakai.[1]
E. Model Simulasi
Simulasi merupakan model bergerak, simulasi
bekerja berdasarkan aturan tertentu di mana aturan-aturan tersebut dijelaskan dalam bentuk data
skenario yang tersimpan dalam field-field (elemen-elemen data) skenario.
Simulasi memperkirakan dampak dari keputusan yang diambil oleh pengambil
keputusan.
1.
Membuat model untuk skenario
Istilah skenario digunakan untuk menjelaskan suatu kondisi yang menentukan
bagaimana simulasi harus bekerja.
2.
Variabel keputusan
Nilai-nilai atau parameter input yang dimasukkan oleh seorang manajer
untuk mengukur dampaknya terhadap suatu
entitas (satuan yang berwujud).
3.
Teknik simulasi
Biasanya manajer melaksanakan model optimasi hanya satu kali, hasilnya
adalah solusi terbaik dengan skenario dan variabel keputusan tertentu. Yaitu
dengan cara model suboptimasi yang perlu dilaksanakan berulang-ulang, dengan
cara mencari kombinasi variabel keputusan yang menciptakan hasil yang
memuaskan.
4.
Format output simulasi
Merupakan suatu praktik yang baik untuk menyertakan elemen-elemen skenario
dan variabel-variabel keputusan pada layar atau halaman yang sama dengan
output.
5.
Contoh pembuatan model
Eksekutif sebuah perusahaan mungkin
menggunakan model matematika untuk membuat beberapa keputusan penting.
Mungkin eksekutif perusahaan tersebut menyimulasikan dampak dari: a). Harga
produk, b.) Harga investasi pabrik yang diperlukan untuk menyediakan kapasitas
untuk memproduksi produk tersebut,
c.) jumlah yang perlu
diinvestasikan dalam kegiatan pemasaran seperti periklanan dan penjualan
langsung, serta d.) jumlah yang perlu diinvestasikan dalam penelitian dan
pengembangan.
6.
Teknik simulasi
Eksekutif biasanya tidak terlalu seringmenjalankan sebuah model optimisasi,
mungkin hanya sekali untuk periode tertentu. Model ini diharapkan memberikan
berbagai alternatif solusi terbaik. Alternatif solusi terbaik bisa didapatkan
melalui model ini menggunakan skenario dan variabel keputusan dalam modelnya.
Hal yang penting untuk difahami disini adalah penggunaan model suboptimasi
dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapatkan berbagai kombinasi variabel
keputusan yang menghasilkan keputusan yang sesuai.
7.
Format output simulasi
Ini merupakan praktik yang baik untuk memasukkan komponen skenario dan
variabel keputusan pada layar yang sama. Dengan adanya komponen skenario yang
variabel akan terlihat jelas mana input yang menghasilkan output dan mana
outputnya.
Dalam hal ini sebuah perusahaan mungkin bisa menggunakan model matematik
untuk membuat berbagai keputusan kunci. eksekutif dapat memasukkan data
diantaranya:
a. Harga produk yang akan dijual.
b. Jumlah investasi yang diperlukan untuk memberikan kapasitas yang diperlukan
untuk memproduksi suatu produk.
c. Jumlah yang harus dibayarkan untuk iklan dan tenaga salesmen.
d. Jumlah yang diperlukan untuk penelitian dan pengembangan.
8.
Konsep SPK
Sistem pendukung keputusan kelompok (SPK) atau group decision support
system (GDSS). merupakan suatu sistem berbasis komputer yang mendudkung
tugas yang dilakukan bersama oleh sekelompok orang dengan menyediakan beberapa
terminal yang harus digunakan bersama.
Perangkat yang digunakan dalam SPK yaitu perangkat lunak yang digunakan
dalam lingkungan ini disebut groupware atau workgroup.
SPK memberikan kontribusi dalam pemecahan masalah, asumsi yang mendasari
terealisasinya SPK adalah adanya komunikasi yang baik sehingga memungkinkan
terjadinya keputusan yang baik. Komunikasi yang baik dicapai dengan cara
menjaga diskusi agar tetap terfokus pada inti permasalahan sehingga mengurangi
waktu yang terbuang.
F. Peranan SPK
Kita telah melihat pada bab-bab sebelumnya bahwa sistem informasi manajemen
sangat cocok untuk mengidentifikasi masalah dan membantu manajer memahaminya.
SPK dapat memperluas dukungan ini melalui langkah-langkah selanjutnya dalam
proses pemecahan masalah. Kemampuan tambahan ini bukan karena peralatan yang
digunakan, karena SIM dan SPK keduanya mempunyai peralatan-peralatan yang sama.[2]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar