Selasa, 05 Mei 2015

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAAN (SPK)

 SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAAN (SPK)
(Deni Darmawan dan Kunkun Nur Fauzi, SIM, BAB 9 Hal 137-156)
RESUME
Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengampu: Miswan, SIP. M.Ag.




Disusun Oleh:

Bambang Pitoyo                                 123311010
Iptitahul Hidayah                                123311021
M. Nur Edi D.A.                                 123311032
Wirda Nurfitriana                               123311040
Amenoh Yaena                                   123311046
M. Nidhomul Huda                            133311060

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015

BAB 9

A.    Konsep Pengertian Dasar dan Tujuan SPK
Keputusan dibuat untuk memecahkan maslah. Saat ini, memecahkan masalah mungkin akan menghasilakan banyak keputusan. Kepitusan merupakan tindakan atau masalah.
1.      Jenis-jenis keputusan menurut Simon.
Ada keputusan yang restruktur atau terprogram dan ada keputusan yang tidak restruktur atau tidak terprogram.
Keputusan yang terstruktur atau terprogram berasal dari permasalahan dan kejadian-kejadian yang terstruktur. Permasalahan atau keputusan bisa diintruksi karena sifatnya rutin sehingga bisa ditentukan sebelumnya, contohnya SP , SIA, dan SIM  walaupun kita tahu pada SIM ada yang semi terstruktur yang membuat pemngembanagan SIM sulit.
Keputusan yang tidak terstruktur atau terprogram berasal dari permasalahan atau kejadian yang yang tidak terstruktur. Sifatnya tidak bisa diprediksi karena tidak jelas rutinitasnya, sehingga seolah-olah baru atau mungkin memang benar baru atau bisa juga karena begitu pentingnya sehingga memerlukan perlakuan yang sangat khusus berbeda dengan umumnya.
2.      Konsep Sistem Pengambilan Keputusan  ( SPK )
Konsep Sistem SPK mulai berkembang pada akhir tahun 1960-an. Saat itu, untuk pertama kalinya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan komputer tanpa harus melalui spesialis informasi. Kondisi seperti ini melahirkan pemikiran bahwa dengan dapatnya seseorang secara langsung berinteraksi melalui komputer dengan menggunakan teknologi timesharing yang ada, orang bisa mengembangkan suatu sistem pendukung keputusan.
3.      Digunakannya Istilah SPK
Istilah SPK pertama kali digunakan oleh G. Anthony Gorry dan Michael S. Scoot Morton pada 1971, keduanya merupakan profesor MIT, USA. Saat itu, mereka merasakan perlunya suatu pemikiran untuk mengarahkan penggunaan aplikasi komputer untuk membantu pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen berdasarkan pada konsep Simon mengenai keputusan yang terstruktur dan tidak terstruktur juga berdasarkan pada konsep Robert N. Anthony tentang tingkatan manajemen.
Masalah terstruktur merupakan masalah yang memilki struktur pada tiga tahap pertama model Simon, yaitu tahap intelijen, perancangan dan pemilihan. Ketiga tahap tersebut karena dapat dibuat struktur logikanya atau aturan pengambilan keputusannya sehingga permasalahannya dapat diidentifikasi dan dimengerti.

B.     Ciri dan Kemampuan SPK
Berikut ini contoh ciri SPK adalah sebagai berikut:
1.      Dukungan SPK diberikan untuk berbagai tingkatan manajemen dari tingkat atas sampai tingkat bawah (pakar lain sampai tingkat menengah) dan berbagai bagian.
2.      Dukungan selain diberikan kepada individu juga diberikan kepada kelompok.
3.      SPK mendukung keputusan yang independen atau yang berurut/terkait.
4.      SPK memberikan dukungan terhadap semua tingkatan dalam proses pengambilan keputusan pada tahap intelijen, perancangan dan pemilihan.
5.      SPK memberikan dukungan terhadap berbagai gaya dan proses pengambilan keputusan.
6.      SPK selalu menyesuaikan diri terhadap keadaan. Pengambilan keputusan harus reaktif terhadap perubahan yang terjadi dan dengan cepat harus menyesuaikan SPK agar dapat mengatasi perubahan yang muncul.
7.      SPK harus mudah untuk dioperasikan.
8.      Tujuan SPK meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan (akurat, tepat waktu, dan berkualitas dan bukan untuk meningkatkan efisiensi.
9.      Pengambilan keputusan memiliki kendali yang lengkap untuk semua tingkatan proses pengambilan keputusan.
10.  SPK menarik minat belajar, menimbulkan kebutuhan baru dan perbaikan sistem yang merupakan proses yang berkelanjutan dalam membangun dan menyempurnakan SPK.
11.  SPK harus relatif mudah dibuat.
12.  SPK biasanya menggunakan model (standard an yang bisa diubah-ubah. Kemampuan modelnya memungkinkan pemakai bereksperimen menggunakan berbagai macam strategi dan konfigurasi yang berbeda. Hasil eksperimen dapat memberikan pandangan baru dan pelajaran baru.
13.  SPK tingkat lanjut menampung komponen knowledge (pengetahuan) yang memungkinkan dicapainya efisinesi dan efektivitas pemecahan masalah untuk masalah yang kompleks.




SPK

Semi terstruktur

Mudah digunakan

Untuk manajer di berbagai tingkatan

Untuk kelompok atau individu

Keputusan yang berurutan atau sendiri

Mendukung intelejen perancangan dan pemilihan

Mendukung berbagai gaya dan proses keputusan

Fleksibel dan adaktif

Efektivitas bukan efisiensi

Manusia mengontrol mesin

Penggunaan yang berubah sedikit demi sedikit

Mudah untuk dibuat

Pemodelan

Pengetahuan
 













1.      Tujuan SPK
Peter G.W, seorang perintis SPK dari  MIT bekerja sama dengan Scott Morton untuk menentukan tiga tujuan yang harus dicapai oleh SPK, dan mereka percaya bahwa SPK harus:
a.       Dapat membantu manajer dalam membuat keputusan saat memecahkan berbagai masalah semi terstruktur.
b.      Dapat mendukung penilaian yang dilakukan oleh manajer dan tidak mencoba menggantikannya.
c.       Dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajer dan bukan meningkatkan efisiensinya.
2.      Struktur Permasalahan
Sulit untuk menentukan apakah masalah suatu masalah sepenuhnya terstruktur atau tidak struktur. Sebagian besar permasalahan bersifat semistruktur. Ini berarti bahwa SPK diarahkan pada area di mana sebagian besar permasalahan berada.
3.      Dukungan Terhadap Keputusan
Gambar 9.4 menunjukkan hubungan antara struktur permasalahan dan tingkat dukungan yang dapat disediakan oleh komputer. komputer dapat diterapkan untuk membantu masalah-masalah yang terstruktur sedangkan manajer bertanggung jawab terhadap masalah-masalah yang tidak terstruktur sedangkan manajer bertanggung jawab terhadap masalah-masalah yang tidak terstruktur dalam bentuk memberi pertimbangan. Manajer dan computer bekerja sama sebagai suatu tim pemecah masalah untuk memecahkan masalah yang berada di area semistruktur yang luas.


Komputer & Manajer (Solusi SPK)

Solusi Komputer

Solusi Manajer
 






4.      Efektivitas Keputusan
SPK tidak dimaksudkan untuk mengefisiensikan proses pengambilan keputusan. Waktu bagi manajer sangat berharga dan tidak boleh dibuang, manfaat utama penggunaan SPK bagi manajer adalah untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik.

C.    Model  Sistem Pengdukung Keputusan
      Dalam bab-bab terdahulu telah disajikan model SIA dalam bentuk berbagai sistem pengolahan transaksi dan SIM. Struktut yang serupa dapat digunakan untuk menyusun model SPK. Data dan informasi dimasukkan ke dalam database dari lingkongan perusahaan. Database juga berisi data yang dimasukkan melalui SIA. Isi database digunakan oleh tiga subsistem software.
1.      Perangkat Lunak Pembuat Laporan--Menghasilkan Laporan periodic maupun khusus. Laporan periodic akan dikeluarkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan biasanya software ini dibuat melalui pemroraman dengan menggunakan bahasa tertentu seperti C1++, Visual Foxpro, Orecle, Visual Basic. Laporan khusus biasanya dibuat sebagai reaksi-reaksi atas informasi tertentu yang dihasilkan melalui sistem penceraian infornasi secara tersturktur (SQL) yang dilakukan oleh pemakai (manajer). Semua software DBMS saat ini memiliki fasilitas untuk SQL.
2.      Model matematika—Model ini akan nenghasilkan informasi dalam bentuk simulasi yang melibat satu atau lebih aspek operasi dari sudsistem perusahaan. Model matematika dapat dibuat dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman. Bahasa-bahasa pemrogman digunakan untuk membuat suatu model yang dapat membantu mempermudah tugas serta mendorong untuk bekerja lebih baik.
3.      Perangkat Lunak KSPK—Perangkat lunak ini memungkinkan beberapa pihak yang terlibat dalam pemecahan masalah untuk bekerja sama sebagai satu kelompok untuk mengdapatkan satu solusi. Dalam situasi tertentu istilah kelompok sistem pengambil keputusan KSPK atau Group Decision Support System (GDSS), digunakan. Hal ini dilakukan mungkin karena proyek. Dalam situasi seperti ini para anggota kelompok saling berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui perangkat lunak KSPK.      

D.    SPK Berkelompok
Dalam SPK berkelompok terdapat dua laporan periodik dan mana yang merupakan laporan khusus. Kedua laporan tersebut akan terlihat seperti sama persis, yang membedakan di antara kedua laporan tersebut adalah masalah disiapkannya:
1.      Laporan periodik dipersiapkan sesuai dengan jadwal pada saat tertentu, sebagai contoh adalah laporan analisis penjualan bulanan berdasarkan pelanggan.
2.      Laporan khusus dipersiapkan tiba-tiba ketika sesuatu yang tidak diperkirakan sebelumnya terjadi. Sebagai contoh adalah laporan terjadinya kecelakaan atau laporan lain seperti laporan yang dihasilkan melalui pencarian dengan SQL.

a.      memadukan perbedaan ke dalam laporan
Informasi yang terkandung dalam suatu kaporan periodik dan khusus (berbeda dari biasanya) dapat diperbaiki dengan cara mengatur perbedaan tersebut. melalui konsep ini pengolah informasi akan membandingkan kinerja yang terjadi dengan standar yang telah ditentukan dan melaporkannya jika ada perbedaan atau penyimpangan antara kinerja yang terjadi dan standar yang telah ditentukan sebelumnya.
            Mengelola perbedaan dapat dilakan sebagai berikut:
1)      Menyiapkan laporan hanya jika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Ini merupakan suatu cara yang memadukan model sistem yang biasa dilakukan dengan laporan biaya lembur.
2)      Menggunakan urutan laporan untuk menyoroti perbedaan yang muncul. Laporan dapat disortir secara berurutan, baik itu menarik atau menurun berdasarkan satu atau beberapa kriteria kunci tertentu, sehingga informasi tertentu karena berbeda dapat menarik perhatian pemakai.[1]
E.     Model Simulasi
Simulasi merupakan model bergerak, simulasi bekerja berdasarkan aturan tertentu di mana aturan-aturan  tersebut dijelaskan dalam bentuk data skenario yang tersimpan dalam field-field (elemen-elemen data) skenario. Simulasi memperkirakan dampak dari keputusan yang diambil oleh pengambil keputusan.
1.      Membuat model untuk skenario
Istilah skenario digunakan untuk menjelaskan suatu kondisi yang menentukan bagaimana simulasi harus bekerja.
2.      Variabel keputusan
Nilai-nilai atau parameter input yang dimasukkan oleh seorang manajer untuk  mengukur dampaknya terhadap suatu entitas (satuan yang berwujud).
3.      Teknik simulasi
Biasanya manajer melaksanakan model optimasi hanya satu kali, hasilnya adalah solusi terbaik dengan skenario dan variabel keputusan tertentu. Yaitu dengan cara model suboptimasi yang perlu dilaksanakan berulang-ulang, dengan cara mencari kombinasi variabel keputusan yang menciptakan hasil yang memuaskan.
4.      Format output simulasi
Merupakan suatu praktik yang baik untuk menyertakan elemen-elemen skenario dan variabel-variabel keputusan pada layar atau halaman yang sama dengan output.
5.      Contoh pembuatan model
Eksekutif sebuah perusahaan mungkin  menggunakan model matematika untuk membuat beberapa keputusan penting. Mungkin eksekutif perusahaan tersebut menyimulasikan dampak dari: a). Harga produk, b.) Harga investasi pabrik yang diperlukan untuk menyediakan kapasitas untuk memproduksi produk tersebut,    c.)  jumlah yang perlu diinvestasikan dalam kegiatan pemasaran seperti periklanan dan penjualan langsung, serta d.) jumlah yang perlu diinvestasikan dalam penelitian dan pengembangan.
6.      Teknik simulasi
Eksekutif biasanya tidak terlalu seringmenjalankan sebuah model optimisasi, mungkin hanya sekali untuk periode tertentu. Model ini diharapkan memberikan berbagai alternatif solusi terbaik. Alternatif solusi terbaik bisa didapatkan melalui model ini menggunakan skenario dan variabel keputusan dalam modelnya. Hal yang penting untuk difahami disini adalah penggunaan model suboptimasi dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapatkan berbagai kombinasi variabel keputusan yang menghasilkan keputusan yang sesuai.
7.      Format output simulasi
Ini merupakan praktik yang baik untuk memasukkan komponen skenario dan variabel keputusan pada layar yang sama. Dengan adanya komponen skenario yang variabel akan terlihat jelas mana input yang menghasilkan output dan mana outputnya.
Dalam hal ini sebuah perusahaan mungkin bisa menggunakan model matematik untuk membuat berbagai keputusan kunci. eksekutif dapat memasukkan data diantaranya:
a.       Harga produk yang akan dijual.
b.      Jumlah investasi yang diperlukan untuk memberikan kapasitas yang diperlukan untuk memproduksi suatu produk.
c.       Jumlah yang harus dibayarkan untuk iklan dan tenaga salesmen.
d.      Jumlah yang diperlukan untuk penelitian dan pengembangan.
8.      Konsep SPK
Sistem pendukung keputusan kelompok (SPK) atau group decision support system (GDSS). merupakan suatu sistem berbasis komputer yang mendudkung tugas yang dilakukan bersama oleh sekelompok orang dengan menyediakan beberapa terminal yang harus digunakan bersama.
Perangkat yang digunakan dalam SPK yaitu perangkat lunak yang digunakan dalam lingkungan ini disebut groupware atau  workgroup.
SPK memberikan kontribusi dalam pemecahan masalah, asumsi yang mendasari terealisasinya SPK adalah adanya komunikasi yang baik sehingga memungkinkan terjadinya keputusan yang baik. Komunikasi yang baik dicapai dengan cara menjaga diskusi agar tetap terfokus pada inti permasalahan sehingga mengurangi waktu yang terbuang.
F.     Peranan SPK
Kita telah melihat pada bab-bab sebelumnya bahwa sistem informasi manajemen sangat cocok untuk mengidentifikasi masalah dan membantu manajer memahaminya. SPK dapat memperluas dukungan ini melalui langkah-langkah selanjutnya dalam proses pemecahan masalah. Kemampuan tambahan ini bukan karena peralatan yang digunakan, karena SIM dan SPK keduanya mempunyai peralatan-peralatan yang sama.[2]   





[1] Deni Darmawan dan Kunkun Nur Fauzi, Sistem Informasi Manajemen, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013),hal 147-148
[2] Deni Darmawan dan Kunkun Nur Fauzi, Sistem Informasi Manajemen, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hal 151-155

Tidak ada komentar:

Posting Komentar